April 30, 2013

Laskar Jogja (Part 3)

Sabtu, 27 April 2013
Finally, the last day in Jogja! Hari ini dimulai dengan percekcokan akibat ke-kebo-an sebagian besar anggota laskar -_- Janjiannya sih bangun jam 6 biar bisa berangkat jam 8 ke Candi Prambanan, tapi realisasi bangunnya jam 8 lewat! Dwi, yang tidak ikut menginap di rumah Danang, jadi menunggu kami cukup lama di pintu masuk ke Candi Prambanan. Maaf ya, Dwi dan Adi... T.T

Pukul 12.15 siang akhirnya tibalah Laskar Jogja ke kawasan Candi Prambanan dengan disambut oleh ribuan pedagang di pintu masuk. Kalau tidak salah ingat, HTM ke taman purbakala Candi Prambanan waktu itu Rp30.000,- per orang.
Candi ini terletak di desa Prambanan, kurang lebih 20 KM timur Yogyakarta, 40 KM barat Surakarta dan 120 KM selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta. Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten. Intinya sih, candi ini berada di perbatasan... jadi bingung juga menyebut letak persisnya :D

Candi Prambanan atau Candi Rara Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah.
Foto dengan gaya andalan: "Azmi's pose!" ^^


Kalau yang ini: "Sohendar pose's!" :D
Candi Prambanan termasuk Situs Warisan Dunia (World's Heritage) UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil. Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia. Malu rasanya aku mengakui diri sebagai orang Indonesia kalau tidak pernah 'mengecap' langsung keindahan Candi Prambanan (dan Candi Borobudur)! Thanks Lord dan thanks to SOULJAH, akhirnya aku menjejakkan kaki juga di kedua candi kebanggaan dunia ini :)

Berfoto di Candi Brahma
Pintu masuk ke kompleks bangunan ini terdapat di keempat arah penjuru mata angin, akan tetapi arah hadap bangunan ini adalah ke arah timur, maka pintu masuk utama candi ini adalah gerbang timur. Kompleks candi Prambanan terdiri dari:
3 Candi Trimurti: candi Siwa, Wisnu, dan Brahma
3 Candi Wahana: candi Nandi, Garuda, dan Angsa
2 Candi Apit: terletak antara barisan candi-candi Trimurti dan candi-candi Wahana di sisi utara dan selatan
4 Candi Kelir: terletak di 4 penjuru mata angin tepat di balik pintu masuk halaman dalam atau zona inti
4 Candi Patok: terletak di 4 sudut halaman dalam atau zona inti
224 Candi Perwara: tersusun dalam 4 barisan konsentris dengan jumlah candi dari barisan terdalam hingga terluar: 44, 52, 60, dan 68

Maka terdapat total 240 candi di kompleks Prambanan.

Aslinya terdapat 240 candi besar dan kecil di kompleks Candi Prambanan. Tetapi kini hanya tersisa 18 candi; yaitu 8 candi utama dan 8 candi kecil di zona inti serta 2 candi perwara. Banyak candi perwara yang belum dipugar, dari 224 candi perwara hanya 2 yang sudah dipugar, yang tersisa hanya tumpukan batu yang berserakan. Kompleks candi Prambanan terdiri atas tiga zona; pertama adalah zona luar, kedua adalah zona tengah yang terdiri atas ratusan candi, ketiga adalah zona dalam yang merupakan zona tersuci tempat delapan candi utama dan delapan kuil kecil.

Berfoto di depan Candi Siwa
Sebelum masuk ke Candi Siwa, pengunjung harus memakai helm sebagai pelindung
Candi Siwa sebagai candi utama adalah bangunan terbesar sekaligus tetinggi di kompleks candi Rara Jonggrang, berukuran tinggi 47 meter dan lebar 34 meter. Candi Siwa dikelilingi lorong galeri yang dihiasi relief yang menceritakan kisah Ramayana. Candi Siwa memiliki lima ruangan, satu ruangan di setiap arah mata angin dan satu ruangan utama dan terbesar yang terletak di tengah candi. Ruangan timur terhubung dengan ruangan utama tempat bersemayam sebuah arca Siwa Mahadewa (Perwujudan Siwa sebagai Dewa Tertinggi) setinggi 3 meter, sayang saat itu ruang timur tersebut ditutup (mungkin sedang dilaksanakan pemugaran) sehingga kami tidak berkesempatan melihat arca Siwa Mahadewa.
Gambar detail arca-arca di Candi Prambanan yang terdapat di Museum
Tiga ruang yang lebih kecil lainnya menyimpan arca-arca yang ukuran lebih kecil yang berkaitan dengan Siwa. Di dalam ruang selatan terdapat Resi Agastya, di ruang barat terdapat Ganesha putra Siwa, dan di ruang utara terdapat arca sakti atau istri Siwa, Durga Mahisasuramardini. Arca Durga ini juga disebut sebagai Rara Jonggrang (dara langsing) oleh penduduk setempat. Arca ini dikaitkan dengan tokoh putri legendaris Rara Jonggrang.

Berfoto dengan Arca Resi Agastya
Berfoto dengan Arca Durga (Roro Jonggrang)
Dua candi lainnya dipersembahkan kepada Dewa Wisnu, yang terletak di sisi utara dan satunya dipersembahkan kepada Brahma, yang terletak di sisi selatan. Kedua candi ini menghadap ke timur dan hanya terdapat satu ruang, yang dipersembahkan untuk dewa-dewa ini. Candi Brahma menyimpan arca Brahma dan Candi Wishnu menyimpan arca Wishnu yang berukuran tinggi hampir 3 meter. Ukuran candi Brahma dan Wishnu adalah sama, yakni lebar 20 meter dan tinggi 33 meter.

Berfoto bersama Arca Wisnu
Arca Brahma di Candi Brahma
Relief di Candi Siwa
Relief di Candi Brahma
Puas menjelajahi candi trimurti, candi wahana, dan candi-candi lainnya, kami pun keluar dari kompleks Candi Prambanan dengan tujuan pulang ke Jogja untuk membeli oleh-oleh dan berangkat ke stasiun. Tapi sebelumnya, aku dan Harry singgah ke Museum Prambanan sementara menunggui anak-anak lain selesai Sholat Dzuhur.

Di dalam kompleks taman purbakala candi Prambanan terdapat sebuah museum yang menyimpan berbagai temuan benda bersejarah purbakala. Museum ini dapat dimasuki secara gratis karena tiket masuk taman wisata sudah termasuk museum ini. Yah, akibat telat bangun, kami jadi tidak sempat mengeksplor seluruh kawasan candi Prambanan padahal sudah membayar Rp30.000,- yang meliputi biaya masuk ke seluruh penjuru :(


Museum ini terletak di sisi utara Candi Prambanan, antara candi Prambanan dan candi Lumbung. Museum ini dibangun dalam arsitektur tradisional Jawa, berupa rumah joglo. Koleksi yang tersimpan di museum ini adalah berbagai batu-batu candi dan berbagai arca yang ditemukan di sekitar lokasi candi Prambanan; misalnya arca lembu Nandi, resi Agastya, Siwa, Wishnu, Garuda, dan arca Durga Mahisasuramardini, termasuk pula batu Lingga Siwa, sebagai lambang kesuburan.




Harry Truman Pardede, partner jelajah museum kali ini
Di taman purbakala ini bukan hanya candi dan museum saja, tapi juga ada Penangkaran Rusa Prambanan. Lihat betapa lucunya rusa tutul yang ada di penangkaran ini!


Pengunjung bebas untuk menyentuh rusa dari balik pagar dan bisa juga memberi makan daun-daunan pada mereka. Awalnya tempat penangkaran itu hanya dihuni 12 ekor rusa yang didatangkan dari Istana Bogor, Jawa Barat, dan saat ini populasi rusa tutul di tempat tersebut terus berkembang sehingga menjadi daya tarik tersendiri warga ataupun wisatawan yang berkunjung di obyek wisata Candi Prambanan


Bukan hanya rusa ternyata, ada juga burung kasuari yang dipelihara dan dirawat baik oleh pengelola taman purbakala candi Prambanan! Keren ya! :)


Dari Candi Prambanan, kami menuju ke toko oleh-oleh untuk membeli Bakpia Pathok, oleh-oleh khas Jogja. Aku cuma membeli satu kotak saja berhubung keadaan kantong sangat pas-pasan, hahaha... Yang lain? Wah, ada yang beli sampai satu kardus! :p

Dempet-dempetan di dalam mobil-setengah-angkot :D
Perjalanan pulang ke Jakarta dari Stasiun Lempuyangan juga berlangsung dramatis! Pasalnya kami hampir ketinggalan kereta akibat...ya, itu tadi...BANGUN KESIANGAN >.<
Puji Tuhan, dengan berlari-lari sepanjang peron, kami masih sempat naik kereta, bahkan sempat jajan dulu di peron. Hahaha...

Keukeuh narsis foto-foto, bahkan tengah malam, di dalam kereta!
Ah, makrab yang sangat mengesankan! Makrab di tingkat 1 bersama SUGAR ke Cibodas memang seru dan penuh kesan, tapi makrab di tingkat 3 inilah juaranya! I love you so much, SOULJAH! Yuk, kapan kita backpacking menggembel bareng lagi? :)

2 comments: